TOMMY TALKING ABOUT A NIRVANA
Dalam pengalamannya melalui segala
kebusukan
hidup, baik yang internal dan eksternal,
dia diam-
diam memiliki dua hal yang
dipandangnya secara
sakral : Pertama, sebuah niat untuk tidak
pernah
menjadi orang tua seperti kedua orang
tuanya ;
dan kedua, sebuah sumpah bahwa jika
nanti
memiliki anak, dia akan memberi anak
itu sebuah
dunia yang lebih baik dari yang dulu
dimilikinya.
Itulah penuturanKurt Cobain tentang apa
yang
ingin dicapainya dalam dunia ini.
Tapi sontak semua pemerhati musik
dan para
fansnya berduka saat Kurt Donald
Cobain atau
yang lebih kita kenal sebagai Kurt Cobain
vokalis
band grunge“NIRVANA” memutuskan
untuk
mengakhiri hidupnya dengan cara yang
sungguh
amat tak terduga, berikut adalah sedikit
review
tentang buku yang menulis biografinya.
Sekarang ia sudah pergi dan bergabung
dengan
kelompok konyol itu. Saya sudah
mengingatkan
dia supaya tidak bergabung dengan
kelompok
konyol itu.” ungkap Wendy, ibunya
yang
disiarkan ke seluruh media dunia.
Kelompok konyol yang dimaksud itu
terdiri dari
Jimi Hendrix, Janis Joplin, Jim Morrison,
yang
semuanya kebetulan tewas di usia 27
tahun.
Kurt Donald Cobain, lahir pada Februari
1967.
Seorang legenda musik rock yang
nama dan
karyanya akan selalu kita ingat.
Meninggal di usia
27 tahun. Memutuskan untuk
melakukan bunuh
diri di dalam rumah kacanya.
Sebuah penelusuran yang sempurna
yang
dilakukan oleh Cross. Empat tahun dan
empat
ratus wawancara ia lakukan berhasil
memperdalam isi buku ini. Ia
menjadikan buku ini
seperti sebuah petualangan yang
menarik.
Petualangan? Yup. Di buku ini kita bisa
masuk
dalam perjalanan hidup seorang Kurt
Cobain,
mulai dari dia kecil, pengalamannya jadi
cleaning
service, tidur di bawah jembatan dan
emperan
toko, perjuangan Nirvana manggung di
banyak
kota dengan vannya. Selain itu kita juga
bisa baca
penuturan Cross tentang kematian si
rockstar ini
dan mengutarakan tentang semua
penyebab
kematiannya.
Kurt Cobain. Seorang anak pemalu
dengan bakat
luar biasa dalam segi artistik dan
musikal, yang
mempunyai kenangan buruk akan
masa kecilnya.
Menjadikan tulisan, musik dan seni
lainnya
sebagai pelampiasannya. Di buku ini
Cross juga
berhasil mengungkap berbagai
kontradiksi dalam
diri seorang Kurt Cobain. Ya, yang kita
semua tau
khan Kurt adalah tipe orang yang
memakai heroin
dalam dosis yang kurang wajar dan
bisa mati
karena hal itu, namun ternyata Kurt
bukan tipe
orang yang bakal mati karena
kecelakaan mobil.
Karena ia selalu menyetir dengan
kecepatan yang
sangat lambaat. Ia juga tipe orang yang
selalu
mengeluhkan ketenarannya, namun
ternyata ia
juga orang yang akan marah-marah
kalau klipnya
jarang diputar di MTV. Dia seperti
paradoks di
dalam banyak kesempatan, karena dia
bisa saja
berlaku brutal tapi juga kelihatan rapuh
dalam
waktu bersamaan. Dan nyatanya Kurt
juga
merupakan orang yang sangat sensitif.
Ia sangat
mudah bergaul dengan anak kecil.
Walaupun kisah cintanya dengan
Courtney Love
bukanlah kisah cinta yang“biasa”, pada
satu titik
tertentu hal itu masih memiliki sentimen
tradisionalnya. Sebagai dua orang
penulis,
mereka seperti sedang berlomba-lomba
menyenangkan hati pasangannya
dengan tulisan.
Beberapa faks yang dikirimnya itu
mengandung
kata-kata yang nantinya akan dia pakai
sebagai
lirik lagunya, seperti yang terdapat
dalam faks 8
November :“I am doll parts, bad skin,
doll hearts,
it stands for a knife, for the rest of my
life, peel
my little heart off, and soak it in your left
hand
and call me tonight.”
Kurt Cobain adalah sebuah misteri.
Bahkan pada
satu wawancara dengan Charless
Cross, yang
menulis buku ini. Ia yang sudah empat
tahun
menghabiskan hari-harinya untuk
merangkai
buku ini pun tetap kesulitan untuk
memahami
kepribadian Kurt. Dan ini juga dialami
oleh semua
orang termasuk orang-orang
terdekatnya. Yang
jelas Kurt memang seorang yang
sangat rapuh;
di beberapa wawancara ia selalu
membicarakan
tentang kematian dan bunuh diri.
Sisinya yang
rapuh tergambar jelas di dalam surat
kematiaanya:
Krist Novoselic, bassis Nirvana yang
juga teman
dekatnya pun merasa sangat bingung
dengan
kepribadian temannya yang satu ini. Ia
hanya bisa
berpesan :
“Kita kenang Kurt apa adanya; perhatian,
murah
hati, dan baik. Mari kita kenang terus
musiknya.
Kita tidak akan pernah kehilangan
lagunya. Kurt
menghormati fans-nya dengan kode
etik yang
berdasar pada prinsip punk rock. Tidak
ada band
yang spesial; tidak ada royalti pemain.
Kalau kamu
punya gitar dan keinginan kuat,
mainkan musik
apa saja dan lakukan sungguh-
sungguh, kamulah
bintangnya. Mainkan nada dan irama
yang
manusiawi. Musik itu sendiri. Kalau
kamu mau,
masa bodo, langsung aja pakai gitarmu
layaknya
drum. Cari saja satu irama dan mainkan
sesuai
keinginan hatimu. Itu yang ingin Kurt
tujukan
pada kita : dalam hati kita. Dan disanalah
musik
akan abadi.”
Well, Now hanya musiknya yang bisa
kita
dengar. Kurt Cobain
Pendidikan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar